Anjing betina berwarna coklat bercampur sedikit putih selalu datang setiap hari, bahkan setiap saat dia ada waktu selalu datang. Entah hanya untuk menengok, tiduran di teras atau meminta sedikit makanan sisa. Dia berumur kira - kira 2 tahunan, tapi yang saya tahu dia sedang menyusui dilihat dari puting susunya yang menjuntai disaat dia sedang berjalan.
Dan saya yakin dia seekor induk yang sangat baik, setiap saya memberikan makanan tidak pernah sekalipun dia makan di tempat saya menaruh makanan. tetapi dengan sigap dia berlari masuk gang depan rumah saya yang kemungkinan anak - anaknya sedang menunggu dirinya. Matanya yang polos, telinga kiri yang menjuntai sedangkan telinga kanan tegak lurus ke atas dan tingkah polahnya yang santun membuat saya terkesan.
Baru sebulan saya bertempat tinggal disini, dan selama itu saya mengenal anjing betina berwarna coklat itu. Sering kali dia menemani saya makan, minum kopi dan membaca novel. Saat sendirian di tengah malam dikala semua orang sudah tidur lelap bersama mimpi - mimpi mereka, dia selalu datang menemui saya yang sedang bengong di depan teras rumah sambil melihat bintang yang kadang terlihat terang dan kadang tertutup awan. Dia hanya tiduran didepan saya sambil mendengarkan saya bercerita tentang sedikit keluh kesah.
Pagi tadi saya melihat dia sudah terbujur kaku di bahu jalan disamping gang depan rumah, matanya menyorotkan kesedihan dan kesakitan sambil menggigit tulang ayam. Saya hanya bisa mengelus kepalanya yang baru sekarang saya bisa memegangnya, kepala dan badannya sudah dingin walau pagi ini hawa panasnya sudah terasa. Menurut cerita seorang ibu yang berjualan di dekat situ, anjing itu tertabrak sebuah mobil APV berwarna hitam yang melaju cukup kencang, tabrakan itu terdengar keras. Anjing itu terlempar lalu berlari ke depan gang dimana anak - anaknya menunggu. Tetapi sebelum sampai masuk gang dia sudah roboh dan tidak bergerak lagi.
Yang saya sayangkan kenapa pemilik mobil APV berwarna hitam itu harus ngebut diatas batas kecepatan, padahal disini adalah daerah permukiman padat penduduk. Dan kenapa dia tidak turun untuk memeriksa anjing itu, bukannya langsung tancap gas seperti tidak terjadi sesuatu. Apakah nyawa anjing itu tidak berharga?, saya hanya bisa berpikir bagaimana nasib anak - anaknya? saya akan coba cari tahu.
Anjing Betina Coklat sampai bertemu di kehidupan selanjutnya, terima kasih sudah menemaniku sebulan ini, maaf bila saya ada salah dan semoga kamu damai bersama Penciptamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar