Selasa, 12 Mei 2015

Kucing Oh Kucing

Tadi pagi, sewaktu lagi enak-enaknya minum kopi datang si Meng. Si Meng seekor kucing yang suka berkelana di komplek perumahan di sini, dan yang sering mampir ke tempat saya. Walau banyak juga kucing lain yang mampir ke sini hanya sekedar menengok dapur saya. hehehe..

Si Meng memang berbeda dan sangat saya sayang, dikarenakan cuma si Meng saja yang mau saya pegang. Yang lainnya selalu berlari kalau saya dekati, padahal saya gak ada niat buruk lho. Ahh dasar kucing, tapi menurut artikel yang saya baca dulu sekali ditulis kalau kucing adalah predator yang paling sempurna lho. Dimanapun kucing berada atau seliar dan sekeras tempat dia tinggal pasti dia bisa bertahan hidup, kecuali faktor nasib yang mempengaruhi (ketabarak mobil contohnya).



Kira-kira seperti itu tampang si Meng, kesamaannya adalah sama-sama rembesnya. Dan katanya lagi, kucing itu tingkat intelegensinya lebih tinggi daripada hewan lain. Wah, hebat juga si Meng dan teman-temannya ini. Menurut pengamatan yang saya lihat di lapangan ( bukan lapangan bentuk nyata lho, hehehehe..) kucing lebih berani dan lebih cerdik sih daripada anjing, anjing kalau masuk dapur mana berani dia naik-naik sampai meja dan anjing cenderung nrimo dan pasrah sama nasib ( kalau dikasih makan ya sukur, kalau tidak dikasih ya sudah ). Tapi kalau si Meng dan kawan-kawan, mereka lebih cenderung awalnya bersikap seperti biasa jalan-jalan di kolong meja sambil muter-muter gak jelas (itu pas ada kita ) tapi saat kita lengah sedikit dah ilang satu paha ayam di meja. Heehehe..

Dan yang saya heran, walau banyak anjing dan kucing liar kongkow-kongkow  di depan rumah tapi mereka tidak pernah bertengkar (seperti anjing mengejar-ngejar kucing seperti di film kartun ). Malahan yang sering bertengkar ya kucing cowok lawan kucing cowok lain atau kucing cewek lawan kucing cewek lain, tapi yang paling ribut disamping kucing bertengkar adalah kucing kawin. Duh suaranya si kucing cowok me-ngeong dari pagi ampe sore dan malemnya masih berlanjut.

Berikut ini fakta unik dan aneh tentang kucing, jadi bisa buat info dan anda tidak kaget bila kucing anda berkelakuan seperti di bawah ini :
  1. Seekor kucing akan menggunakan kumisnya untuk mengetahui apakah tubuh mereka bisa masuk untuk melalui sebuah celah yang sempit. ( bagi pemilik kucing disarankan untuk tidak memotong kumis kucing karena akan semakin besar kemungkinan kucing tersebut terjebak dalam celah sempit ).
  2. Kucing lebih merespon panggilan seorang wanita daripada pria. ( disinyalir karena suara wanita cenderung lebih tinggi daripada suara pria ).
  3. Kalau kucing di rumah anda membawakan tikus mati atau burung yang mati itu pertanda kucing tersebut menganggap pemilik rumah tidak kompeten dalam berburu. Ia menunjukkan kemampuannya berburu dan mencoba mengajarkan pada “majikannya” cara mencari makan yang benar. Seperti induk kucing membawakan makanan untuk anak-anaknya. Bisa jadi itu wujud terima kasih dari si kucing untuk majikannya.
Itu beberapa hal yang menonjol dan sering saya lihat, walau banyak juga hal-hal kecil yang kucing tunjukkan kepada saya. Dan jangan lupa sayangi semua hewan peliharaan anda ya, mereka ternyata tidak sebodoh yang kita kira kok. Miaw.. miaw..


Kamis, 30 April 2015

Seekor Anjing Betina Coklat

Anjing betina berwarna coklat bercampur sedikit putih selalu datang setiap hari, bahkan setiap saat dia ada waktu selalu datang. Entah hanya untuk menengok, tiduran di teras atau meminta sedikit makanan sisa. Dia berumur kira - kira 2 tahunan, tapi yang saya tahu dia sedang menyusui dilihat dari puting susunya yang menjuntai disaat dia sedang berjalan.
Dan saya yakin dia seekor induk yang sangat baik, setiap saya memberikan makanan tidak pernah sekalipun dia makan di tempat saya menaruh makanan. tetapi dengan sigap dia berlari masuk gang depan rumah saya yang kemungkinan anak - anaknya sedang menunggu dirinya. Matanya yang polos, telinga kiri yang menjuntai sedangkan telinga kanan tegak lurus ke atas dan tingkah polahnya yang santun membuat saya terkesan.
Baru sebulan saya bertempat tinggal disini, dan selama itu saya mengenal anjing betina berwarna coklat itu. Sering kali dia menemani saya makan, minum kopi dan membaca novel. Saat sendirian di tengah malam dikala semua orang sudah tidur lelap bersama mimpi - mimpi mereka, dia selalu datang menemui saya yang sedang bengong di depan teras rumah sambil melihat bintang yang kadang terlihat terang dan kadang tertutup awan. Dia hanya tiduran didepan saya sambil mendengarkan saya bercerita tentang sedikit keluh kesah.
Pagi tadi saya melihat dia sudah terbujur kaku di bahu jalan disamping gang depan rumah, matanya menyorotkan kesedihan dan kesakitan sambil menggigit tulang ayam. Saya hanya bisa mengelus kepalanya yang baru sekarang saya bisa memegangnya, kepala dan badannya sudah dingin walau pagi ini hawa panasnya sudah terasa. Menurut cerita seorang ibu yang berjualan di dekat situ, anjing itu tertabrak sebuah mobil APV berwarna hitam yang melaju cukup kencang, tabrakan itu terdengar keras. Anjing itu terlempar lalu berlari ke depan gang dimana anak - anaknya menunggu. Tetapi sebelum sampai masuk gang dia sudah roboh dan tidak bergerak lagi.
Yang saya sayangkan kenapa pemilik mobil APV berwarna hitam itu harus ngebut diatas batas kecepatan, padahal disini adalah daerah permukiman padat penduduk. Dan kenapa dia tidak turun untuk memeriksa anjing itu, bukannya langsung tancap gas seperti tidak terjadi sesuatu. Apakah nyawa anjing itu tidak berharga?, saya hanya bisa berpikir bagaimana nasib anak - anaknya? saya akan coba cari tahu.
Anjing Betina Coklat sampai bertemu di kehidupan selanjutnya, terima kasih sudah menemaniku sebulan ini, maaf bila saya ada salah dan semoga kamu damai bersama Penciptamu.